Usaha kecil dan menengah (UKM) penghasil opak singkong di Tuntungan, Sumatera Utara, masih mengandalkan metode pengayakan manual yang menyebabkan rendahnya produktivitas (15,04 kg/jam), inkonsistensi kualitas, dan risiko ergonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan merancang mesin pengayak opak otomatis berbasis Method Study dan Work Measurement. Metode penelitian menggunakan observasi langsung, stopwatch time study (N=30), serta penilaian postur kerja metode REBA. Hasil penelitian menunjukkan waktu baku pengayakan manual sebesar 47,87 detik/siklus. Rancangan mesin dengan sistem getar horizontal dan motor 1 HP diestimasikan mampu meningkatkan kapasitas menjadi 60 kg/jam (peningkatan 298%) dan menurunkan risiko ergonomis dari skor REBA 8 menjadi 2. Penelitian ini membuktikan bahwa integrasi rekayasa sistem kerja dapat menjadi solusi tepat guna bagi UKM pangan tradisional. Small and medium enterprises (SMEs) producing cassava crackers (opak) in the Tuntungan area, North Sumatra, continue to rely on manual sieving methods, which result in low productivity (15.04 kg/hour), inconsistent product quality, and high operator fatigue. This study aims to design an automatic opak sieving machine by integrating Method Study and Work Measurement to enhance work efficiency and SME productivity. The research employs direct observation, stopwatch time study (N=30), and ergonomic risk assessment using the REBA method. The results show that the standard time for manual sieving is 47.87 seconds/cycle. The proposed machine design, featuring a multi-layered horizontal vibration system and a 1 HP AC motor, is estimated to increase production capacity to 60 kg/hour (a 298% increase) and reduce ergonomic risk from a REBA score of 8 to 2. This research demonstrates that the integration of industrial work systems engineering provides an effective and viable solution for traditional food SMEs.
Copyrights © 2026