Abstrak- PT. Kereta Api (Persero) merupakan alternatif transportasi darat yang unggul, namun efisiensi pelayanan stasiun tetap menjadi kunci kepuasan pelanggan. Stasiun X Daop 2 menghadapi masalah penumpukan antrean pada loket pelayanan fisik akibat ketidakseimbangan antara laju kedatangan penumpang dan kapasitas pelayanan pada jam sibuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola kedatangan, mengukur kecepatan pelayanan, serta menentukan jumlah loket yang optimal menggunakan pendekatan teori antrean jalur majemuk dengan model Multi-Channel Single-Phase (M/M/s/I/I). Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kedatangan penumpang mencapai 10,514 orang/jam dengan kecepatan pelayanan petugas sebesar 9,9 menit/penumpang (6,061 penumpang/jam/server). Pada kondisi eksisting dengan 2 loket, tingkat kesibukan petugas terlampau tinggi hingga mencapai 86,7%. Hal ini memicu hambatan aliran penumpang (bottle-neck) yang menyebabkan rata-rata waktu tunggu dalam antrean menjadi sangat lama, yaitu 30,06 menit dengan rata-rata 5,27 orang dalam barisan. Berdasarkan simulasi performa antrean dan analisis ekonomi, jumlah fasilitas pelayanan yang paling optimal untuk Stasiun X adalah 3 loket paralel. Skenario 3 loket berhasil memangkas probabilitas mengantre dari 80,6% menjadi 32,7%, serta memotong waktu tunggu secara signifikan sebesar 91,4% menjadi hanya 2,56 menit. Secara finansial, skenario ini menghasilkan total biaya operasional terendah, yaitu Rp 133.669/jam.
Copyrights © 2026