Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh pedagang di pasar tradisional, dengan studi kasus pada pedagang Pasar Simpang Limun, Kota Medan. Latar belakang pengabdian ini didasari oleh pentingnya pengelolaan keuangan bagi keberlangsungan usaha mikro, namun sebagian besar pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam pencatatan dan pemisahan dana. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap tujuh orang pedagang, serta dokumentasi. Triangulasi sumber digunakan untuk menguji keabsahan data. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang belum memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi dan belum melakukan pencatatan transaksi secara sistematis maupun menyusun laporan keuangan sederhana. Seluruh responden belum memiliki laporan keuangan sesuai standar dan seluruhnya hanya mencatat utang pelanggan sebagai pengingat pembayaran. Kendala utama yang dihadapi meliputi rendahnya pemahaman mengenai pembukuan serta keterbatasan waktu. Implikasi dari pengabdian ini adalah perlunya peningkatan literasi keuangan melalui pendampingan dan pelatihan pembukuan sederhana bagi pedagang pasar tradisional agar mampu meningkatkan kinerja dan keberlanjutan usaha mereka.
Copyrights © 2026