Kawasan karst memiliki potensi air tanah yang cukup besar, namun keberadaan akuifer umumnya sulit teridentifikasi karena sistem aliran air berkembang melalui rekahan dan rongga batu gamping. Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang merupakan kawasan karst yang memanfaatkan mata air dan sumur sebagai sumber air bersih, namun informasi mengenai letak dan pola penyebaran akuifer di bawah permukaannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona akuifer karst berdasarkan nilai resistivitas serta menganalisis pola penyebaran akuifer di daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger dengan lima titik sounding dan panjang bentangan masing-masing 300 m. Data hasil pengukuran berupa arus kuat dan beda potensial diolah menggunakan perangkat lunak IP2WIN melalui inversi satu dimensi (1D), kemudian dikorelasikan menjadi penampang dua dimensi (2D) untuk menginterpretasikan kondisi bawah permukaan dan pola penyebaran akuifer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai resistivitas bawah permukaan berkisar antara 11,7 ?m hingga 15.774 ?m. Zona akuifer karst ditunjukkan oleh nilai resistivitas rendah sebesar 11,7–74,5 ?m yang teridentifikasi pada seluruh titik sounding.
Copyrights © 2026