Abdul Wahid
Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Identifikasi  Zona  Akuifer Karst Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas di Daerah Baumata Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur Melania Mamul; Abdul Wahid; Jonshon Tarigan; Hadi Imam Sutaji
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 2 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i2.839

Abstract

Kawasan karst memiliki potensi air tanah yang cukup besar, namun keberadaan akuifer umumnya sulit teridentifikasi karena sistem aliran air berkembang melalui rekahan dan rongga batu gamping. Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang merupakan kawasan karst yang memanfaatkan mata air dan sumur sebagai sumber air bersih, namun informasi mengenai letak dan pola penyebaran akuifer di bawah permukaannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona akuifer karst berdasarkan nilai resistivitas serta menganalisis pola penyebaran akuifer di daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger dengan lima titik sounding dan panjang bentangan masing-masing 300 m. Data hasil pengukuran berupa arus kuat dan beda potensial diolah menggunakan perangkat lunak IP2WIN melalui inversi satu dimensi (1D), kemudian dikorelasikan menjadi penampang dua dimensi (2D) untuk menginterpretasikan kondisi bawah permukaan dan pola penyebaran akuifer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai resistivitas bawah permukaan berkisar antara 11,7 ?m hingga 15.774 ?m. Zona akuifer karst ditunjukkan oleh nilai resistivitas rendah sebesar 11,7–74,5 ?m yang teridentifikasi pada seluruh titik sounding.
Studi Analisis Curah Hujan Rencana Berdasarkan Distribusi Log Pearson Type III di Kota Kupang Lilis Selly; Abdul Wahid; Hede Mangngi Uly; Ali Warsito
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 2 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i2.848

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai studi analisis curah hujan rencana berdasarkan distribusi Log Pearson Type III di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data curah hujan harian dengan rentang waktu 10 tahun (2015 – 2024) yang diperoleh dari Stasiun Meteorologi El Tari Kupang (BMKG). Perhitungan hasil analisis curah hujan rencana menggunakan distribusi yang sesuai yaitu distribusi Log Pearson Type III dengan curah hujan rencana periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Dengan hasil yang didapatkan setiap kala periode ulang yaitu 1405.03 mm, 1856.52 mm, 2202.62 mm, 2696.55 mm, 3107.99 mm, dan 3558.86 mm. sehingga berdasarkan grafik trend curah hujan berdasarkan periode ulang maka didapatkan pola kurva yang terbentuk menunjukkan kenaikan yang relatif halus dan konsisten pada skala logaritmik. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan analisis frekuensi yang tepat sebagai dasar perencanaan sistem drainase dengan pengendalian banjir di Kota Kupang.
Identifikasi Intrusi Air Laut pada Air Akuifer Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas di Desa Oenggaut Kecamatan Rote Barat Jager Dasroni Pandie Pandie; Abdul Wahid; Christine Mbiliyora; Hadi Imam Sutaji
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 2 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i2.871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi litologi bawah permukaan serta menganalisis keberadaan dan tingkat intrusi air laut di Dusun Oenggaut, Desa Oenggaut, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan adalah geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Schlumberger menggunakan empat titik sounding dan panjang bentangan masing-masing 400 meter. Pengolahan dan interpretasi data dilakukan dengan perangkat lunak IP2WIN menggunakan inversi satu dimensi dan korelasi dua dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litologi bawah permukaan daerah penelitian didominasi oleh sedimen berupa gamping, pasir, dan batu pasir yang membentuk sistem akuifer dangkal hingga dalam. Nilai resistivitas batuan berkisar antara 3,32 ?m hingga 83928 ?m. Zona intrusi air laut ditandai dengan nilai resistivitas yang sangat rendah, yaitu antara 3,32 hingga 220 ?m, yang diinterpretasikan sebagai lapisan gamping yang tergenang air laut atau air payau. Intrusi air laut paling kuat terdeteksi pada titik sounding 3, diikuti oleh titik sounding 1, sedangkan titik sounding 2 dan 4 menunjukkan pengaruh intrusi yang lebih lemah dan bersifat terbatas. Pola intrusi yang tidak merata dipengaruhi oleh variasi jenis batuan, ketebalan lapisan gamping, kondisi hidrogeologi, serta faktor alam dan aktivitas manusia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam mengelola dan melindungi sumber air tanah di daerah pesisir Desa Oenggaut.
Analisis Spasiotemporal Kerapatan Sambaran Petir Jenis Cloud To Ground Berdasarkan Ketinggian dan Kepadatan Bangunan di Kota Kupang Tahun 2023-2025 juventus mangili; Abdul Wahid; Philips Bramantia Mudamakin; Albert Zicko Johannes
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 2 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i2.872

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang menganalisis pola spasiotemporal kerapatan sambaran petir Cloud to Ground (CG) berdasarkan faktor ketinggian dan kepadatan bangunan di Kota Kupang tahun 2023-2025. Data petir diperoleh dari Lightning Detector BMKG Stasiun Geofisika Kupang. Sebanyak 92.884 sambaran petir CG terekam selama periode tiga tahun dan dianalisis spasial menggunakan ArcGIS 10.8 dengan interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW). Untuk kepadatan bangunan, dikembangkan formula indeks tarikan petir untuk mengatasi bias luas wilayah pada analisis konvensional. Hasil menunjukkan bahwa kerapatan petir tidak berbanding lurus dengan ketinggian; kerapatan tertinggi (hingga 13.782 sambaran/km² pada tahun 2024) terjadi pada elevasi sangat rendah (<10 mdpl) di wilayah pesisir. Sebaliknya, terdapat hubungan hierarkis positif yang kuat antara kepadatan bangunan dan kerapatan petir, di mana wilayah dengan kepadatan sangat tinggi (pusat kota) secara konsisten memiliki kerapatan petir tertinggi (386,7 sambaran/km² pada tahun 2024). Formula indeks tarikan petir yang dikembangkan menunjukkan kinerja lebih representatif dibandingkan pendekatan konvensional dalam mengungkap peran bangunan sebagai atraktor petir. Penelitian ini menghasilkan peta kerawanan petir yang dapat digunakan sebagai acuan mitigasi bahaya petir di wilayah perkotaan pesisir tropis.