Perkembangan motorik halus merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak yang perlu distimulasi sejak dini. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memberikan stimulasi yang tepat dapat menyebabkan perkembangan motorik halus anak tidak optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi dan pelatihan stimulasi terhadap perkembangan motorik halus balita usia 2–3 tahun di Posyandu Dewi Ratih Desa Wonodadi Kecamatan Gading Rejo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi experiment pretest-posttest with control group design. Populasi sekaligus sampel berjumlah 30 ibu yang memiliki balita usia 2–3 tahun dan dipilih dengan total sampling, terdiri atas 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi perkembangan motorik halus. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U. Rata-rata skor kelompok intervensi meningkat dari 52,67 menjadi 90,00, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 42,00 menjadi 59,33. Uji Wilcoxon menghasilkan p=0,001 pada kedua kelompok dan uji Mann-Whitney U menghasilkan p=0,001 dengan mean rank kelompok intervensi 20,60 dan kelompok kontrol 10,40. Dengan demikian, edukasi dan pelatihan stimulasi memberikan pengaruh yang bermakna terhadap peningkatan perkembangan motorik halus balita usia 2–3 tahun. Intervensi edukasi yang disertai praktik stimulasi perlu dilakukan secara teratur melalui kegiatan posyandu dan pendampingan orang tua.
Copyrights © 2026