Industri konstruksi Indonesia sedang mengalami transformasi digital yang didorong oleh tuntutan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam pengelolaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan akurasi volume dan biaya pekerjaan struktur antara metode konvensional dan Building Information Modeling (BIM) 5D pada Proyek Pembangunan Gedung Mako Batalyon T900 Brimob Polda Kaltim. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Data dikumpulkan melalui dokumen teknis proyek berupa Detail Engineering Design (DED), Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) 2024. Pemodelan BIM 5D dilakukan menggunakan Autodesk Revit 2024 pada elemen struktur boredpile, pilecap, sloof, kolom, balok, dan pelat lantai. Perhitungan konvensional dilakukan berdasarkan data konsultan, sedangkan hitungan ulang digunakan sebagai verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode BIM 5D menghasilkan volume beton sebesar 438,390 m³, lebih rendah 0,80% dibanding metode konvensional (442,178 m³). Volume pembesian BIM 5D sebesar 69.878,25 kg, lebih rendah 3,73% dibanding metode konvensional (72.563,08 kg). Total biaya pekerjaan struktur metode BIM 5D sebesar Rp2.104.784.949,88, lebih rendah Rp57.110.699,33 (2,64%) dibanding metode konvensional Rp2.161.895.649,21. Perbedaan tersebut disebabkan oleh pembulatan perhitungan pada metode konvensional, perbedaan dimensi antara RAB dan gambar DED, serta perhitungan ganda (overlap) pada elemen struktur. BIM 5D terbukti lebih akurat dalam menghitung volume dan biaya pekerjaan struktur karena berbasis geometri model 3D yang menghilangkan perhitungan ganda dan menghasilkan konsistensi dengan hitungan ulang berdasarkan gambar DED.
Copyrights © 2026