Penguasaan kosakata merupakan fondasi awal kemampuan berbahasa Inggris siswa madrasah ibtidaiyah, namun pengamatan awal di kelas VB MI Darunnajah, Cigudeg, Bogor menunjukkan siswa masih keliru mengartikan kata kerja dan belum tepat mengeja kata benda dasar, sementara pembelajaran berlangsung dengan pola ceramah dan lembar kerja. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan awal penguasaan kosakata siswa, menguji perbedaan penguasaan kosakata sebelum dan sesudah pembelajaran berbasis lagu, serta menelaah perubahan yang terjadi pada dimensi makna, ejaan, dan identifikasi kelas kata. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen One-Group Pretest-Posttest. Sampel ditetapkan melalui sampling jenuh, yaitu seluruh siswa kelas VB yang berjumlah 30 orang, pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes objektif 25 butir yang mengukur pemahaman makna, ketepatan ejaan, dan identifikasi kelas kata pada kelompok kata benda dan kata kerja. Instrumen divalidasi melalui penilaian ahli dan memperoleh koefisien reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,814. Perlakuan diberikan dalam empat pertemuan berupa penyimakan lagu, pembedahan lirik, pengisian kata rumpang, dan pengelompokan kelas kata. Analisis dilakukan dengan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji Wilcoxon Signed-Ranks. Rata-rata skor meningkat dari 72,73 menjadi 96,67, simpangan baku menyusut dari 20,127 menjadi 5,950, dan skor terendah naik dari 20,00 menjadi 76,00, dengan jumlah siswa berkategori sangat baik bertambah dari 9 menjadi 27 orang. Uji Wilcoxon menghasilkan Z = -4,567 dan Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 sehingga H0 ditolak. Sebaran skor akhir memperlihatkan gejala ceiling effect yang menjadi catatan kalibrasi instrumen bagi penelitian sejenis.
Copyrights © 2026