This study is motivated by the low critical thinking skills of Grade V students in the Indonesian Language subject at SD Negeri 071005 Banua Sibohou. This condition is indicated by the fact that most students have not yet achieved the Learning Achievement Criteria (KKTP) set by the school. This situation is caused by the use of teacher-centered learning methods, which results in students being less active in the learning process. This study aims to describe the implementation of the Problem-Based Learning model and to determine the improvement of students’ critical thinking skills through this model. The research type used is Classroom Action Research (CAR) following the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 11 Grade V students at SD Negeri 071005 Banua Sibohou in the 2025/2026 academic year. Data were collected through tests, observations, and documentation, while data analysis was carried out using descriptive quantitative and qualitative methods. The results show that the Problem-Based Learning model significantly improves students’ critical thinking skills. This improvement is evidenced by the increase in the average critical thinking test score from 54.00 with classical mastery of 36.36% (poor category) in Cycle I to 87.00 with classical mastery of 90.91% (excellent category) in Cycle II. Student active participation also increased from 60.00% in Cycle I to 80.00% in Cycle II. Thus, the Problem-Based Learning model is effective in enhancing students’ critical thinking skills in Indonesian Language learning at the elementary school level. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SD Negeri 071005 Banua Sibohou. Hal tersebut ditunjukkan oleh sebagian besar peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang telah ditetapkan sekolah. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru (teacher-centered), sehingga peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model problem-based learning serta menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui model tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 11 peserta didik kelas V SD Negeri 071005 Banua Sibohou Tahun Pelajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model problem-based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata tes kemampuan berpikir kritis peserta didik dari 54,00 dengan ketuntasan klasikal 36,36% (kategori kurang) pada Siklus I menjadi 87,00 dengan ketuntasan klasikal 90,91% (kategori sangat baik) pada Siklus II. Keaktifan peserta didik juga mengalami peningkatan dari 60,00% pada Siklus I menjadi 80,00% pada Siklus II. Dengan demikian, model problem-based learning terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Copyrights © 2026