ABSTRAK Pengelolaan prestasi akademik dan non akademik di sekolah berbasis pesantren membutuhkan manajemen kesiswaan yang terencana dan adaptif karena harus menyeimbangkan tuntutan kurikulum modern dan aktivitas kepesantrenan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, serta tantangan dan evaluasi manajemen kesiswaan dalam pembentukan prestasi siswa di SMA Trensains Tebuireng Jombang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai praktik pembinaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program dirancang melalui integrasi kurikulum Cambridge, nasional, dan pesantren, serta pemetaan minat dan bakat siswa sejak awal penerimaan. Pelaksanaan manajemen kesiswaan dilakukan melalui koordinasi antara wakil kesiswaan, guru BK, wali kelas, dan pembina ekstrakurikuler dengan kegiatan meliputi pembinaan olimpiade, riset ilmiah, seni, olahraga, dan organisasi siswa. Tantangan yang muncul meliputi perbedaan gaya pembinaan guru, keterbatasan fasilitas digital, padatnya agenda pesantren, serta fluktuasi motivasi dan kehadiran siswa. Evaluasi dilakukan melalui penyesuaian jadwal, peningkatan koordinasi lintas unit, serta penguatan dokumentasi kegiatan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa manajemen kesiswaan berperan penting dalam meningkatkan prestasi akademik dan non akademik melalui strategi yang komprehensif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan implikasi bagi sekolah berbasis pesantren untuk memperkuat tata kelola pembinaan siswa agar lebih efektif dan responsif.
Copyrights © 2026