Abstrak Computational Thinking (CT) penting dalam Pembelajaran bangun ruang sisi datar karena membantu siswa memahami masalah kompleks melalui berpikir matematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan CT siswa kelas VIII berdasarkan empat indikator: dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan tes berbasis konteks Tabot Bengkulu. Hasil menunjukkan siswa berada pada Kategori sedang, dengan capaian tertinggi pada abstraksi 73,75 dan terendah pada pengenalan pola 55,00. Temuan ini mengimplikasikan perlunya integrasi CT dalam evaluasi dan Pembelajaran Matematika untuk memperkuat kemampuan berpikir lagis siswa. Abstract Computational Thinking (CT) is important in learning polyhedra because it helps students understand complex problems through mathematical thinking. This study aims to analyze the CT abilities of eighth-grade students based on four indicators: decomposition, pattern recognition, abstraction, and algorithms. The methods used are descriptive, qualitative, and quantitative, with context-based tests from Tabot Bengkulu. The results show that students are in the moderate category, with the highest achievement in abstraction at 73.75 and the lowest in pattern recognition at 55.00. These findings imply the need to integrate CT into mathematics evaluation and learning to strengthen students' logical thinking skills.
Copyrights © 2025