Abtract: This study discusses the role of the Qur’an as syifāʾ li al-nufūs (a healing for the soul). The Qur’an not only functions as a guide for life but also serves as a means of healing for both physical and psychological illnesses, particularly in the context of mental health challenges in the digital era. This research focuses on the interpretation of Surah Al-Isra’ [17]: 82, aiming to analyze the profound meaning of the verse and its relevance to the psychological conditions of modern humans who face stress, anxiety, and depression as a result of digital life dynamics. The research method used is library research with a thematic interpretation (tafsīr mawḍū‘ī) approach, combining classical exegetical perspectives such as those of Ibn Kathir and al-Maraghi with contemporary interpretations to explore its relevance in the context of technology and digitalization. The findings indicate that the Qur’an serves as a spiritual remedy through three main aspects: (1) spiritual therapy through tadabbur (contemplation) of its verses, (2) heart tranquility through dhikr and reflection, and (3) psychological solutions through Qur’anic values that can be integrated into digital media. In the digital era, approaches such as Islamic audio-visual content, recitation applications, and online counseling services can become effective means of conveying syifāʾ (healing) through the Qur’an. This study concludes that Surah Al-Isra’ [17]: 82 remains relevant as a holistic solution for modern mental health, provided it is interpreted and applied creatively and adaptively in response to the changing times. Keywords: mengandung konsep khusus (3-7 kata/frasa) Abstrak: Tulisan ini membahas peran Al-Qur’an sebagai syifāʾ li al-nufūs (penyembuh jiwa). Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai pedoman hidup, tetapi juga sebagai sarana penyembuhan bagi penyakit fisik dan psikologis, khususnya dalam konteks tantangan kesehatan mental di era digital. Penelitian ini berfokus pada penafsiran Q.S. Al-Isra’ [17]: 82, dengan tujuan menganalisis makna mendalam ayat tersebut serta relevansinya terhadap kondisi psikologis manusia modern yang dihadapkan pada stres, kecemasan, dan depresi akibat dinamika kehidupan digital. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik (tafsīr mawḍū‘ī), menggabungkan pandangan mufasir klasik seperti Ibn Kathir dan al-Maraghi dengan interpretasi kontemporer untuk melihat relevansinya dalam konteks teknologi dan digitalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an berperan sebagai obat jiwa melalui tiga aspek utama: (1) terapi spiritual melalui tadabbur ayat-ayatnya, (2) penenang hati melalui zikir dan refleksi, serta (3) solusi psikologis melalui nilai-nilai Qur’ani yang dapat diintegrasikan ke dalam media digital. Di era digital, pendekatan seperti konten Islami berbasis audio-visual, aplikasi tilawah dan layanan konseling daring dapat menjadi sarana efektif untuk menyalurkan syifāʾ (penyembuhan) melalui Al-Qur’an. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Q.S. Al-Isra’ [17]: 82 tetap relevan sebagai solusi holistik bagi kesehatan mental modern, selama dimaknai dan diaplikasikan secara kreatif serta adaptif terhadap perkembangan zaman Kata Kunci: Al-Qur’an, Q.S. Al-Isra’ 82, obat jiwa, kesehatan mental era digital.
Copyrights © 2025