Pulau Raas, yang terletak di Kabupaten Sumenep, memiliki ekosistem laut yang kaya,termasuk lamun, terumbu karang, dan mangrove (Rhomadhoni et al., 2020). salah satuwilayah dengan area mangrove alami yang luas di Jawa Timur pada 2019, penelitian inibertujuan menganalisis kerapatan vegetasi mangrove di Pulau Raas dengan memanfaatkanmetode penginderaan jauh menggunakan NDVI (Normalized Difference Vegetation Index)berdasarkan citra satelit Landsat 8 untuk tahun 2020, 2022, dan 2024. Data kerapatanmangrove diproses dengan perangkat lunak ArcGIS Pro dan divisualisasikan melaluiplatform Business Intelligence (BI) untuk memantau perubahan serta tren kerapatan vegetasimangrove. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan nilai maksimum NDVI dari0,468472 pada tahun 2020 menjadi 0,495804 pada tahun 2024, yang mencerminkanpertumbuhan positif vegetasi mangrove. Kategori kerapatan Rapat mengalami kenaikan luasdari 29,5 hektare pada tahun 2020 menjadi 63,2 hektare pada tahun 2024. Sementara itu,kerapatan Sedang menunjukkan peningkatan dari 197,7 hektare menjadi 224,7 hektare dalamperiode yang sama. Area dengan kerapatan Jarang menunjukkan fluktuasi, menurun dari162,6 hektare pada tahun 2020 menjadi 94,9 hektare pada 2022, kemudian naik kembalimenjadi 102,9 hektare pada 2024.
Copyrights © 2025