Ikan Kembung merupakan jenis ikan yang dominan ditangkap di perairan Selat Sunda. Daerah Penangkapan ikan memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap kodisi oseanografi seperti suhu dan Klorofil-a. Suhu permukaan laut merupakan indikator untuk mengukur fenomena yang terjadi di lautan seperti arus, upwelling, front, sedangkan Klorofil-a merupakan indikator kesuburan suatu perairan. Aspek panjang ikan menjadi fokus utama dalam penentuan daerah penangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil tangkapan berbasis Klorofil-a yang menghasilkan pemetaan daerah penangkapan ikan Kembung diperairan Selat Sunda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kasus. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah skoring yang terkait dengan Klorofil-a, suhu permukaan laut, panjang ikan dan CPUE. Panjang ikan merupakan aspek yang memiliki bobot paling besar. Kategori DPI terdiri dari kategori potensi-potensi yang sedang dan nonpotensi. Berdasarkan hasil penelitian, total tangkapan ikan Kembung di perairan Selat Sunda selama penelitian adalah 741 kg. Kandungan Klorofil-a secara keseluruhan termasuk dalam kategori tinggi. Daerah penangkapan ikan yang termasuk dalam kategori pootensial adalah Pulau Peucang, Pulau Panaitan, Tanjung Alang-Alang dan Teluk Paraja sedangkan daerah penangkapan ikan yang tidak memiliki potensi adalah Tanjung Lesung, Sumur, Sebesi, Tanjung Ketapang dan Rakata.
Copyrights © 2023