Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terhadap kompensasi dan kesejahteraan di Polsek Kampar serta implikasinya terhadap motivasi kerja, kinerja anggota, dan kualitas pelayanan publik kepolisian. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tuntutan tugas, beban kerja, dan risiko pekerjaan yang dihadapi anggota Polri di tingkat Polsek sebagai unit pelayanan publik terdepan, yang berpotensi memengaruhi persepsi terhadap keadilan kompensasi dan kesejahteraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Informan penelitian dipilih secara purposive dan melibatkan perwakilan pimpinan Polsek Kampar, perwakilan pejabat fungsi administrasi, perwakilan unit reserse, perwakilan unit pembinaan masyarakat, perwakilan petugas Bhabinkamtibmas, serta staf operasional dan administrasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kompensasi telah dilaksanakan sesuai ketentuan normatif, namun belum sepenuhnya dipersepsikan adil dan sebanding dengan beban serta risiko kerja, khususnya pada fungsi operasional. Kesejahteraan anggota secara administratif terpenuhi, tetapi belum dirasakan secara holistik, terutama pada aspek kesejahteraan psikologis. Persepsi tersebut berpengaruh terhadap motivasi kerja dan kinerja anggota, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas pelayanan publik kepolisian. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan kesejahteraan non-finansial dan keadilan internal di tingkat Polsek
Copyrights © 2025