Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Tanjungpinang masih menjadi permasalah yang memerlukan perhatian meskipun kebijakan perlindungan anak telah diterapkan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya mengkaji implementasi kebijakan dalam kaitannya dengan tingkat penyelesaian kasus kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan serta tingkat kekuatan hubungan antara implementasi kebijakan penyelnggaraan perlindungan anak dengan tingkat penyelesaian kasus kekerasan seksual di Kota Tanjungpinang. Penelitian kuantitatif dengan metode survei ini melibatkan 55 pegawai DP3APM dan UPTD PPA sebagai responden melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi, sementara analisis data meliputi statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, korelasi Spearman Rank, uji hipotesis, dan koefisien determinasi dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator disposisi memperoleh nilai rata-rata tertinggi pada variabel implementasi kebijakan, sedangkan pada variabel tingkat penyelesaian kasus nilai rata-rata tertinggi terdapat pada indikator adaptasi. Hasil uji korelasi Spearman Rank memperoleh koefisien korelasi sebesar 0,783 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang positif, kuat, dan signifikan antara implementasi kebijakan penyelenggaraan perlindungan anak dengan tingkat penyelesaian kasus kekerasan seksual di Kota Tanjungpinang. Dengan demikian, semakin baik implementasi kebijakan, semakin tinggi kecenderungan tingkat penyelesaian kasus kekerasan seksual.
Copyrights © 2026