Pendidikan vokasi di SMK menekankan keseimbangan antara kompetensi teoritis dan keterampilan, namun dalam praktiknya sering ditemukan perbedaan antara hasil belajar teori dan hasil belajar praktik, terutama pada mata pelajaran perpajakan. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini yaitu menganalisis perbedaan hasil belajar teori dan hasil belajar praktik pada mata pelajaran di SMK. Pendekatan kuantitatif komparatif diimplementasikan dengan teknik total sampling pada 36 siswa kelas XI AKL 4 SMK Negeri 12 Malang. Instrumen penelitian berupa nilai penilaian harian teori (pilihan ganda) dan nilai praktik (studi kasus perhitungan PPh Pasal 21 Pengujian dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji beda paired sample t-test melalui penggunaan SPSS. Hasil penelitian mendapati bahwasanya terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar teori dan hasil belajar praktik (sig. 0,004 < 0,05), di mana rata-rata hasil belajar praktik (86,69) lebih tinggi dibandingkan hasil belajar teori (80,22). Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan capaian hasil belajar teori dan praktik, namun perbedaan tersebut perlu diinterpretasikan dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik instrument penilaian yang digunakan. Oleh karena itu, pembelajaran perpajakan perlu dirancang secara integrative dengan menyeimbangkan aspek teori dan praktik untuk meningkatkan kompetensi lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Copyrights © 2026