Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis bagi perekonomian Provinsi Riau karena berperan sebagai sumber pendapatan petani, penggerak ekonomi daerah, penyedia lapangan kerja, serta penopang ekspor berbasis komoditas. Namun, prospek perkebunan kelapa sawit tidak dapat hanya dinilai dari luas areal dan kenaikan harga tandan buah segar, melainkan juga perlu dianalisis dalam konteks makroekonomi, khususnya inflasi dan nilai rupiah. Inflasi memengaruhi pendapatan riil petani melalui kenaikan harga kebutuhan rumah tangga dan biaya produksi, sedangkan pelemahan rupiah dapat memberikan efek ganda: di satu sisi meningkatkan nilai rupiah dari komoditas ekspor seperti minyak sawit mentah, tetapi di sisi lain menaikkan biaya input impor seperti pupuk, pestisida, alat produksi, bahan bakar, dan biaya logistik. Artikel ini bertujuan menganalisis prospek perkebunan kelapa sawit dalam meningkatkan pendapatan petani di Provinsi Riau ditinjau dari inflasi dan nilai rupiah saat ini. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menelaah data statistik resmi, laporan lembaga pemerintah, artikel ilmiah, kebijakan perkebunan, serta publikasi ekonomi terkini
Copyrights © 2026