This research is motivated by the high rate of student errors in solving story-based mathematical word problems on two-dimensional shapes. This study aims to identify and describe the types of errors experienced by fifth-grade students in solving mathematical word problems regarding the area and perimeter of flat shapes. This study employed a descriptive qualitative method with a case study design. The research was conducted in class V.B at SD Negeri 92 Palembang involving 18 students for written diagnostic tests, from which 3 representative students from high, medium, and low ability categories were selected as key interview informants. Data collection techniques utilized written tests, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results identified four main types of errors: (1) comprehension errors, characterized by the inability to identify known and required variables; (2) transformation errors, involving mistakes in translating narrative contexts into mathematical formulas; (3) process skill/calculation errors, including inaccuracies in basic arithmetic operations; and (4) encoding errors, marked by the omission of standard measurement units and incomplete final conclusions. In conclusion, students' errors stem not only from computational weaknesses but are substantially driven by low narrative comprehension and unstructured mathematical writing habits. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika berbasis cerita pada materi bangun datar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dialami oleh siswa kelas V dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi luas dan keliling bangun datar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Penelitian dilaksanakan di kelas V.B SD Negeri 92 Palembang dengan subjek penelitian berjumlah 18 siswa untuk tes tertulis, yang kemudian dipilih 3 siswa representatif dari kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah sebagai informan wawancara mendalam. Teknik pengumpulan data menggunakan tes uraian diagnostik, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat jenis kesalahan utama: (1) kesalahan memahami soal, yakni ketidakmampuan mengidentifikasi unsur yang diketahui dan ditanyakan; (2) kesalahan transformasi konsep/rumus, berupa kekeliruan memodelkan soal cerita ke dalam formula matematika; (3) kesalahan keterampilan proses/perhitungan, yang mencakup ketidaktelitian operasi aritmetika dasar perkalian dan penjumlahan; serta (4) kesalahan penulisan jawaban akhir, yaitu kelalaian mencantumkan satuan baku dan menarik kesimpulan akhir secara terstruktur. Dengan demikian, kesalahan siswa tidak hanya bersumber dari kelemahan komputasi numerik, melainkan dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman literasi membaca soal serta kebiasaan pengerjaan yang kurang sistematis.
Copyrights © 2026