Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Langgomali belum didukung penataan kebun, identitas tanaman, dan informasi penggunaan yang memadai sehingga berisiko menimbulkan salah identifikasi serta pengolahan dan penggunaan yang tidak tepat. Kegiatan ini bertujuan memperkuat fungsi TOGA sebagai media belajar kesehatan melalui kebun komunitas, pelabelan, edukasi, dan pelibatan warga. Kegiatan dilaksanakan pada 20–30 Juli 2026 bersama sekitar 30 warga dan aparat desa menggunakan pendekatan partisipatif berbasis community development melalui tahap persiapan, sosialisasi dan perencanaan, aksi, serta evaluasi. Hasilnya adalah satu area TOGA berisi 11 jenis tanaman dengan label identitas, bagian yang dimanfaatkan, penggunaan tradisional, cara pengolahan sederhana, dan pesan kehati-hatian. Warga terlibat dalam penataan lokasi, pengisian polibag, penanaman, pemasangan informasi, dan diskusi pemeliharaan. Refleksi lisan hanya digunakan untuk menggambarkan tanggapan peserta karena tidak memakai instrumen terstruktur. Kebun TOGA berpotensi menjadi media belajar bersama, tetapi keberlanjutannya memerlukan penanggung jawab lokal, jadwal perawatan, dan pemantauan berkala.
Copyrights © 2026