Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia Kaitannya Dengan Pelafalan Nurul Haeniah
Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa Vol. 1 No. 3 (2022): September : Jurnal Penelitian Mahasiswa
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/populer.v1i3.537

Abstract

Kemampuan komunikasi yang baik sangat penting dimiliki oleh setiap guru yang tidak hanya berkewajiban memyampaikan informasi kepada siswa, tetapi dituntut untuk mampu menjadi teladan dalam ucapan atau pelafalan yang tepat. Artikel ini disusun dengan maksud memaparkan berbagai problematika pembelajaran bahasa Indonesia kaitannya dengan pelafalan dalam tuturan guru dan siswa, solusi, dan juga berbagai kendalanya. Metode dalam artikel ini adalah metode pustaka yakni dengan cara mempelajari dan mengumpulkan data dari referensi yang relevan dengan topik. Simpulan dari hasil pembahasan (1). Problematikan yang timbul antara lain terkait siswa sebagai objek didik maupun guru sebagai subjek didik.(2) Tidak adanya rujukan yang jelas dalam hal penentuan bagaimana pelafalan bunyi bahasa sebab satu fonem bisa mewakili lebih dari satu cara pelafalan.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Cerita Rakyat Daerah Buton Tengah Dan Penerapannya Sebagai Bahan Ajar Pada Siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Samsuddin Samsuddin; Nurul Haeniah; Rudi Karma
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 8 No 2 (2023): Edisi November 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i2.1872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam cerita rakyat daerah Buton Tengah beserta penerapannya sebagai bahan ajar pada siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan objek penelitian berupa teks cerita rakyat Buton Tengah yakni “(1) Sangia I Wambulu, (2) Kadangiana Gununa Sabampolulu Te gununa Nepa-Nepa, (3) Wakambangura”. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata/kalimat/ kutipan terkait nilai-nilai pendidikan karakter dalam teks cerita rakyat tersebut. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku Cerita rakyat Daerah Selawesi Tenggara lewat proyek penelitian dan pencatatan Kebudayaan Daerah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1977/1978. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis hermeneutik dan content analysis (analisis isi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Secara umum, pendidikan karakter dalam cerita rakyat Buton Tengah dibedakan menjadi 2, yaitu (1) Pendidikan karakter yang bersifat positif dan (2) Pendidikan karakter yang bersifat negatif. Pendidikan karakter yang bersifat positif dan negatif tersebut digambarkan dalam berbagai karakter tokoh dalam teks cerita. Penerapan nilia-nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat daerah Buton Tengah sebagai bahan ajar pada siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama menyasar tiga ranah yang merupakan luaran belajar, seperti (1) ranah kognitif, (2) ranah afektif dan (3) ranah psikomotorik. Kata kunci: Analisis Nilai, Buton Tengah, Cerita Rakyat, Pendidikan Karakter.
Pemanfaatan Teknologi Dalam Strategi Pembelajaran Menulis Teks Ulasan La Alu; Wayan Pageyasa; Nurul Haeniah
GJET : Global Journal of Educational Technology Vol. 1 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/gjet.v1i1.36

Abstract

The capacity to compose review texts is an essential talent in language acquisition, necessitating profound comprehension, critical evaluation, and the capability to articulate concepts methodically. This study seeks to assess the effect of employing technology in instructional methods for composing review texts among eighth-grade students. The study employed a quasi-experimental design utilizing pre-test and post-test methodologies, involving 30 students as participants. The data were evaluated utilizing paired t-test statistical analysis and categorized according to skill levels. The results demonstrated a notable enhancement in the average post-test scores relative to the pre-test scores. Sixty-three point thirty-three percent of pupils were classified in the medium category, exhibiting notable score improvements within this cohort. Technology has been demonstrated to assist students in understanding text structures, rectifying errors, and enhancing the overall quality of their writing. Nevertheless, certain pupils encountered difficulties in effectively leveraging technology. This study underscores the need of incorporating technology into writing teaching to improve students' literacy skills
Pendampingan Pelatihan Musikalisasi Pada Siswa SMA Negeri 1 Kolaka Zubair Baharuddin; Nurul Haeniah; Rosnawati; A. Betharezky Tahniah Noveryzha; Hafidtriatmo
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v2i2.84

Abstract

Artikel ini membahas pelaksanaan kegiatan pendampingan pelatihan musikalisasi puisi sebagai alternatif pembelajaran sastra di SMA Negeri 1 Kolaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipasi enam siswa dan dua guru sebagai mitra pelaksana. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, yakni sosialisasi, pelatihan pengenalan puisi, penggarapan musikal, pelatihan vokal, penggunaan alat musik, serta pelatihan ekspresi dan koreografi. Evaluasi dilakukan melalui angket pra dan pasca pelatihan, observasi, serta komentar terbuka siswa. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman (+3,84), apresiasi sastra (+2), dan keterampilan siswa (+2,66), dengan total peningkatan skor rata-rata sebesar +59,21%. Komentar siswa mencerminkan antusiasme, kesan positif, serta keinginan untuk mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang, meskipun terdapat beberapa kendala teknis dan logistik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan musikalisasi puisi efektif dalam membangun keterampilan, kepekaan estetik, kolaborasi, dan rasa percaya diri siswa. Oleh karena itu, program serupa perlu direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan sarana, manajemen waktu, serta pelibatan komunitas seni sebagai mitra strategis. Kata kunci: musikalisasi puisi, pembelajaran sastra, pendampingan, apresiasi, keterampilan