Penelitian ini mengeksplorasi struktur pengalaman hidup mengenai kerentanan emosional (emotional vulnerability) pada volunteer wanita di Komunitas Tarbiyatul Ummah (KAYAMA). Masalah utama berakar pada tingginya beban psikologis akibat konflik peran ganda yang memicu dekompensasi kognitif dan risiko burnout. Kegagalan strategi regulasi emosi konvensional sering menjadi bumerang. Penelitian ini bertujuan menyingkap esensi pengalaman partisipan dalam mengelola kerentanan tersebut melalui analisis peran integratif antara regulasi emosi modern dan pendekatan spiritual Islami. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi Deskriptif model Amedeo Giorgi. Partisipan terdiri atas empat volunteer wanita aktif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis melalui empat tahapan sistematis. Hasil penelitian merangkum empat klaster tema utama: distres spasial ganda, reaktivitas somato-psikis, transformasi kognitif-regulatif melalui produksi "70 udzur", dan pencapaian kematian ego teosentris. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan spiritual Islami beroperasi sebagai strategi regulasi emosi kognitif-spiritual aktif yang efektif dalam membangun resiliensi teosentris. Temuan novelty menunjukkan mekanisme transposisi agensi radikal yang memulihkan vitalitas eksistensial.
Copyrights © 2026