Muhammad Zein Permana
Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Emotional Vulnerability Pada Volunteer Komunitas Tarbiyatul Ummah (Kayama): Analisis Peran Regulasi Emosi Modern Dan Pendekatan Spiritual Islami Heti Afiatusshalihah; Muhammad Zein Permana
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i3.3767

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi struktur pengalaman hidup mengenai kerentanan emosional (emotional vulnerability) pada volunteer wanita di Komunitas Tarbiyatul Ummah (KAYAMA). Masalah utama berakar pada tingginya beban psikologis akibat konflik peran ganda yang memicu dekompensasi kognitif dan risiko burnout. Kegagalan strategi regulasi emosi konvensional sering menjadi bumerang. Penelitian ini bertujuan menyingkap esensi pengalaman partisipan dalam mengelola kerentanan tersebut melalui analisis peran integratif antara regulasi emosi modern dan pendekatan spiritual Islami. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi Deskriptif model Amedeo Giorgi. Partisipan terdiri atas empat volunteer wanita aktif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis melalui empat tahapan sistematis. Hasil penelitian merangkum empat klaster tema utama: distres spasial ganda, reaktivitas somato-psikis, transformasi kognitif-regulatif melalui produksi "70 udzur", dan pencapaian kematian ego teosentris. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan spiritual Islami beroperasi sebagai strategi regulasi emosi kognitif-spiritual aktif yang efektif dalam membangun resiliensi teosentris. Temuan novelty menunjukkan mekanisme transposisi agensi radikal yang memulihkan vitalitas eksistensial.
Eksplorasi Pengalaman Psikologis Dan Spiritualitas Ibu Hamil Dalam Meningkatkan Childbirth Self-Efficacy: Studi Kualitatif Dengan Pendekatan Fenomenologi Gracia Azra Lestari; Muhammad Zein Permana
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i3.3811

Abstract

Kehamilan dan persalinan merupakan fase transisi kehidupan yang melibatkan dinamika psikologis, biologis, dan spiritual yang kompleks. Childbirth self-efficacy, yaitu keyakinan ibu terhadap kemampuannya menghadapi persalinan, berperan penting dalam menurunkan fear of childbirth (FOC) dan meningkatkan kualitas pengalaman persalinan. Namun, kajian yang mengintegrasikan dimensi spiritual Islam dengan childbirth self-efficacy pada ibu hamil muslimah di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman psikologis dan spiritual ibu hamil muslimah dalam membangun childbirth self-efficacy menjelang persalinan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan fenomenologi deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi terhadap empat partisipan, terdiri atas dua ibu hamil trimester ketiga dan dua ibu pascapersalinan yang melakukan Antenatal Care (ANC) di UPTD Puskesmas Sindangbarang Kota Bogor. Analisis data dilakukan melalui tahapan fenomenologi deskriptif meliputi bracketing, identifikasi pernyataan bermakna, pengelompokan tema, dan penyusunan deskripsi esensial. Empat sumber self-efficacy Bandura digunakan sebagai lensa konseptual pemandu (sensitizing concept), sementara analisis tetap berpusat pada makna hidup yang dituturkan partisipan, sejalan dengan rancangan fenomenologi deskriptif. Penelitian ini menemukan lima tema utama, yaitu: (1) distres psikologis dan respons emosional yang beragam selama kehamilan; (2) hadirnya empat sumber childbirth self-efficacy menurut Bandura dengan kontribusi berbeda pada setiap partisipan; (3) sinergi antara tawakal dan perencanaan adaptif sebagai mekanisme utama pembentukan self-efficacy; (4) spiritualitas Islam melalui tawakal, pemaknaan religius persalinan, serta praktik ibadah, sebagai makna yang dikonstruksi sendiri oleh partisipan, yang berfungsi sebagai katalis yang mengubah distres menjadi ketenangan; dan (5) penerapan strategi coping adaptif yang didominasi spiritual coping. Berdasarkan kelima tema tersebut, penelitian ini mengajukan proposisi konseptual awal yang memperluas konstruk childbirth self-efficacy Bandura dengan memasukkan dimensi spiritual Islam; sebagai proposisi kualitatif awal, temuan ini belum dapat digeneralisasi secara statistik dan memerlukan pengujian lebih lanjut, misalnya melalui rancangan Exploratory Sequential Mixed Methods, serta memberikan implikasi bagi pengembangan konseling perinatal berbasis spiritualitas Islam di layanan kesehatan primer.
Kesejahteraan Psikologis Ibu Rumah Tangga dalam Long Distance Marriage: Siklus Ketahanan Berbasis Nilai-Nilai Islam Gita Pitaloka Solihat; Muhammad Zein Permana
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i3.3812

Abstract

Fenomena long distance marriage (LDM) menempatkan ibu rumah tangga pada posisi yang rentan, mengemban peran ganda sebagai pengasuh anak dan pengelola rumah tangga secara mandiri tanpa kehadiran fisik suami, kondisi yang berpotensi mengikis kesejahteraan psikologis secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika strategi koping berbasis nilai-nilai Islam dalam menjaga kesejahteraan psikologis ibu rumah tangga Muslim yang menjalani LDM, menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis tematik induktif. Empat partisipan ibu rumah tangga Muslim yang menjalani LDM minimal satu tahun dipilih melalui purposive sampling, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur secara daring. Analisis mengacu pada kerangka kesejahteraan psikologi serta perspektif Islam klasik Ibn Qayyim al-Jauziyyah. Analisis menghasilkan empat tema utama, yaitu makna sejahtera yang bersifat liminal dan sangat personal; keyakinan kepada Allah dan praktik ibadah sebagai sistem regulasi emosi yang aktif dan regeneratif; repertoar koping yang adaptif mencakup komunikasi rutin dengan suami, me-time, protective buffering, dan dukungan komunitas pengajian; serta beban psikologis tersembunyi berupa emotional suppression, kecemasan antisipatoris, dan stigma sosial. Temuan sentral menunjukkan bahwa keempat mekanisme tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan membentuk sebuah siklus ketahanan psikologis yang regeneratif dan berjangkar pada nilai-nilai Islam, sehingga ibu rumah tangga Muslim dalam LDM tidak hanya bertahan, tetapi juga bertumbuh secara psikologis dan spiritual.