Brigade pangan (BP) hadir sebagai salah satu bentuk regenerasi petani dengan tujuan mewujudkan swasembada pangan di Indonesia. BP yang beranggotakan petani-petani milenial dianggap cakap dan mampu meningkatkan produksi dan produktivitas padi lahan rawa. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari petani pemilik lahan sebagai mitra brigade. Dengan adanya pola kerjasama brigade dan petani dapat meningkatkan indeks pertanaman di lahan rawa melalui penerapan teknologi modern. Pengamatan langsung di lapangan dilakukan untuk melihat bagaimana manajemen pengelolaan alat dan mesin pertanian yang dimiliki oleh BP sehingga mampu meningkatkan pendapatan anggota BP dan petani. Saat ini, pola kerjasama masih berfokus pada penyewaan jasa alsintan baik untuk lahan sendiri juga lahan di luar kabupaten. Pengawasan dan pencatatan kinerja alsintan harus konsisten dilakukan agar tercapai optimalisasi pemanfaatan bantuan alsintan yang berujung pada peningkatan pendapatan BP dan petani.
Copyrights © 2026