Glycine max L merupakan komoditas pangan penting di Indonesia, namun produksi nasional belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pemanfaatan lahan bekas kelapa sawit menjadi salah satu alternatif pengembangan kedelai, meskipun kondisi tanahnya cenderung memiliki kesuburan rendah sehingga diperlukan perbaikan melalui pemberian bahan organik dan penggunaan varietas yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis bahan organik dan varietas terhadap pertumbuhan serta produktivitas kedelai pada lahan bekas tanaman kelapa sawit. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis bahan organik: tanpa bahan organik, kompos, pupuk kandang, dan tandan kosong kelapa sawit (TKKS), serta varietas Denasa-1, Detap-1, dan Anjasmoro. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang produksi, umur panen, jumlah polong terisi dan hampa, bobot 100 butir, serta hasil biji per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan organik berpengaruh nyata terhadap jumlah polong terisi, dengan pupuk kandang memberikan hasil terbaik sebesar 81,64 polong per tanaman, sedangkan parameter lainnya tidak berbeda nyata. Perlakuan varietas memberikan pengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter, dengan Denasa-1 menunjukkan performa terbaik. Interaksi antara jenis bahan organik dan varietas tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Pupuk kandang dan varietas Denasa-1 berpotensi mendukung pengembangan kedelai pada lahan bekas kelapa sawit.Kata kunci: bahan organik, Glycine max L
Copyrights © 2026