Penelitian ini menganalisis efisiensi pengelolaan aset tetap dalam menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 13 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Halmahera Selatan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan Data Envelopment Analysis model Banker-Charnes-Cooper berasumsi variable returns to scale dan berorientasi input. Variabel input meliputi nilai aset tetap, jumlah SDM pengelola, dan biaya pemeliharaan, sedangkan PAD digunakan sebagai output. Hasil analisis menunjukkan tujuh OPD mencapai skor efisiensi 1,000, sedangkan enam OPD belum efisien dengan skor 0,200–0,500. Analisis slack memperlihatkan bahwa inefisiensi bersumber dari kelebihan input, kekurangan output PAD, atau kombinasi keduanya. Analisis peer group menempatkan beberapa OPD efisien sebagai acuan perbaikan. Temuan ini menegaskan perlunya optimalisasi pemanfaatan aset produktif, pengendalian biaya pemeliharaan, peningkatan kapasitas pengelola, dan penetapan target berbasis benchmarking.
Copyrights © 2026