Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Shelter Pasir Putih berperan penting sebagai sumber energi alternatif untuk mendukung aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat pesisir. Kondisi lingkungan pantai berupa kelembaban tinggi, paparan garam, debu, dan angin kencang menyebabkan penurunan performa sistem. Sementara itu ketiadaan Standar Operasional Prosedur (SOP) maintenance membuat kegiatan pemeliharaan tidak terstruktur dan berisiko menimbulkan kerusakan serta gangguan operasional. Permasalahan mitra meliputi kurangnya pemeliharaan rutin, tidak adanya SOP tertulis, minimnya dokumentasi perawatan, serta keterbatasan pengetahuan teknis operator. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menyusun dan menerapkan SOP maintenance PLTS serta meningkatkan kompetensi pengelola dalam melakukan perawatan preventif, korektif, dan prediktif secara mandiri. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dan pendampingan terstruktur yang meliputi observasi lapangan, penyusunan draf SOP, workshop sosialisasi, demonstrasi dan praktik lapangan, serta finalisasi dokumen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa meningkatnya pemahaman dan keterampilan teknis pengelola dalam melakukan inspeksi, pembersihan, dan penanganan gangguan ringan, serta terbentuknya sistem dokumentasi perawatan yang mendukung keandalan sistem jangka panjang. Kegiatan ini disimpulkan mampu mendorong kemandirian mitra dalam pengelolaan PLTS dan menjamin kontinuitas suplai energi listrik secara optimal dan berkelanjutan di wilayah pesisir.
Copyrights © 2026