Jalan Gusti Johan Idrus di Pontianak merupakan jalan utama perkotaan dengan volume lalu lintas yang padat terkait dengan aktivita pendidikan, perdagangan, dan perkantoran. Aktivitas tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas yang dipicu oleh kendaraan yang berhenti atau parkir, kendaraan yang masuk atau keluar dari tepi jalan, pejalan kaki, serta kendaraan yang melaju lambat, semua hal tersebut dapat mengurangi kapasitas jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak hambatan samping, mengevaluasi kinerja jalan pada jam sibuk, membandingkan kondisi akibat aktivitas tertinggi dan volume lalu lintas tertinggi, serta memproyeksikan kinerja jalan lima dan sepuluh tahun mendatang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data primer berupa geometrik jalan, volume lalu lintas, hambatan samping, dan kecepatan kendaraan. Survei dilakukan pada tiga titik pengamatan yang mewakili kawasan pendidikan, perdagangan, dan perkantoran. Analisis dilakukan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 menggunakan parameter kecepatan arus bebas, kapasitas, derajat kejenuhan, dan tingkat pelayanan. Aktivitas pendidikan merupakan aktivitas paling dominan. Pada kondisi aktivitas tertinggi, derajat kejenuhan Pos 1, Pos 2, dan Pos 3 masing-masing sebesar 0,547, 0,359, dan 0,406.Pada kondisi volume tertinggi, nilainya sebesar 0,555, 0,535, dan 0,535. Proyeksi tahun 2031 dan 2036 memperlihatkan peningkatan derajat kejenuhan, terutama pada Pos 1.
Copyrights © 2026