Industri konstruksi minyak dan gas memiliki tingkat bahaya tinggi akibat kompleksitas pekerjaan multidisiplin, sistem proses, penggunaan alat berat, dan kondisi lapangan yang dinamis. Penilaian berbasis matriks risiko konvensional belum mampu merepresentasikan profil bahaya proyek secara hierarkis dan menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi Construction Project Hazard Index (CPHI) sebagai model penilaian bahaya berbasis linguistik pada proyek konstruksi migas. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan pengembangan model ini mengidentifikasi delapan komponen dan 24 atribut bahaya, kemudian menerapkannya pada Proyek EPF X di Sumatera Selatan. Tiga pemangku kepentingan menilai severity dan frequency setiap atribut. Penilaian linguistik dikonversi menggunakan Trapezoidal Fuzzy Number dan Fuzzy Risk Index, dibobotkan melalui Analytical Hierarchy Process, lalu diagregasi dengan Choquet fuzzy integral dalam kerangka Multi-Criteria Decision Making. Hasil menunjukkan nilai CPHI sebesar 0,5373 dalam kategori tinggi. Process and System Complexity memberikan kontribusi terbesar, sedangkan metode pelaksanaan dan ketidaksesuaian prosedur kerja memiliki nilai risiko atribut tertinggi sebesar 0,7144. Validasi expert judgment menghasilkan skor rata-rata 4,70 atau sangat valid. Analisis sensitivitas menunjukkan model stabil terhadap perubahan bobot global hingga ±10%, meskipun paling sensitif terhadap komponen Process and System Complexity. Disimpulkan bahwa CPHI layak digunakan sebagai alat penilaian untuk memprioritaskan pengendalian bahaya, inspeksi, dan alokasi sumber daya keselamatan pada proyek konstruksi migas.
Copyrights © 2026