Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan lagu Sayang-Sayang sebagai kesenian dan warisan budaya Mandar yang mengandung pesan moral serta nilai kehidupan. Perubahan zaman dan pola kehidupan generasi muda menjadi tantangan dalam mempertahankan eksistensi budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pelestarian lagu Sayang-Sayang, kandungan nilai pendidikan Islam di dalamnya, serta pemanfaatannya sebagai media penanaman nilai pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku seni, orang tua, dan generasi muda. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian lagu Sayang-Sayang dilakukan melalui kegiatan seni budaya, pewarisan antargenerasi, kegiatan masyarakat, serta kegiatan sosial dan keagamaan. Lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana menyampaikan nasihat dan pesan moral. Nilai pendidikan Islam yang terkandung meliputi akhlak, kesopanan, kasih sayang, tanggung jawab, penghormatan, kebaikan, dan kehidupan sosial yang harmonis. Dengan demikian, pelestarian lagu Sayang-Sayang dapat menjadi media pendidikan Islam yang kontekstual dalam membentuk generasi berakhlak baik sekaligus mempertahankan identitas budaya Mandar.
Copyrights © 2026