Penelitian ini menganalisis konstruksi media mengenai tanggung jawab negara dalam pemenuhan hak Veteran Republik Indonesia di Sumatera Utara. Penelitian menggunakan analisis framing Robert N. Entman terhadap tiga berita daring dari Posmetro Medan, Tobasatu, dan Waspada yang terbit pada September 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga media membingkai persoalan dengan penekanan berbeda. Posmetro Medan menyoroti belum terpenuhinya hak veteran, Tobasatu menekankan hambatan birokrasi dan pendataan, sedangkan Waspada menekankan sinergi kelembagaan, pelayanan, dan tindak lanjut konkret. Secara keseluruhan, media mengonstruksi tanggung jawab negara melalui pendataan, administrasi, koordinasi, pelayanan, dan pemenuhan hak. Temuan menunjukkan bahwa penghormatan terhadap veteran mengalami pergeseran dari simbolik menuju substantif, dengan menempatkan veteran sebagai subjek hak yang berhak memperoleh pelayanan negara secara adil. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinkronisasi data, penyederhanaan administrasi, penguatan koordinasi lintas lembaga, serta tindak lanjut program yang terukur untuk memastikan pemenuhan hak veteran secara efektif.
Copyrights © 2026