Artikel ini mengkaji Ilmu Qira’at sebagai salah satu disiplin keilmuan sentral dalam studi Al-Qur’an yang berperan penting dalam menjaga otentisistas wahyu melalui keragaman cara pelafalannya. Masalah utama yang dibahas mencakup perbedaan konsep antara qira’at, riwayat, dan tariqoh, lintasan sejarah dari masa Rasulullah sampai kodifikasi, variasi perbedaan bacaan, serta kriteria keabsahan suatu qira’at. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbadaan qira’at bersifat tauqifi dan diklasifikasikan berdasarkan kualitas serta kuantitas sanadnya. Keabsahan suatu bacaan sangat bergantung pada pemenuhan tiga syarat utama, yaitu keselarasan dengan kaidah bahasa Arab, kesesuaian dengan rasm Utsmani, serta keandalan sanad. Artikel ini menyimpulkan bahwa ragam qira’at bukanlah bentuk kontradiksi. Sebaliknya, ia adalah gambaran kemudahan dan kekayaan teologis yang memperkaya pemahaman Al-Qur’an.
Copyrights © 2025