Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan dan makna alegori dalam lirik lagu Déré Serani sebagai lagu rohani masyarakat Manggarai. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif bersifat interpretatif dengan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini berupa enam lagu yaitu Gélangkoé, Du Bétléhém Ali Wié, Yesus Oné Haju Panggol, Néka Pasar, Tabé Séngaji, dan Wa Mai Ngampang Gaku dalam buku Dere Serani yang dipilih berdasarkan adanya penggunaan alegori. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan pencatatan, sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menafsirkan bentuk alegori yang ditemukan dalam lirik lagu. Dengan menggunakan teori stilistika Abrams yang diadaptasi oleh Nurgiyantoro, hasil penelitian menunjukkan bahwa enam lagu tersebut memiliki kecenderungan alegori simbolik yang merepresentasikan penantian dan harapan akan kehadiran ilahi, pencarian dan kegelisahan rohani, kesadaran dosa dan keterputusasaan manusia dari Tuhan, serta ruang hidup komunal dan kondisi eksistensial manusia. Keseluruhan data yang ditemukan dari lirik lagu tersebut berjumlah 46 data yang dikelompokkan ke dalam 18 jenis alegori simbolik. Temuan ini menunjukkan bahwa alegori memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan religius dan nilai-nilai spiritual secara simbolis dalam lirik lagu Déré Serani.
Copyrights © 2026