Penelitian ini membahas Analisis Wacana Kritis terhadap teks berita online mengenai Pro Kontra Relokasi Warga Pulau Kera yang dimuat pada media Rakyat NTT, Pos Kupang, dan Tirilolok News. Relokasi penduduk Pulau Kera telah menjadi perhatian publik, memunculkan berbagai perspektif dari pemerintah, komunitas adat, investor, dan media massa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan deskripsi tentang cara teks berita daring digunakan untuk membingkai konflik seputar relokasi penduduk Pulau Kera. Dimensi teks, yang mencakup representasi kalimat, diksi, dan metafora, adalah fokus utama dari studi ini, yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif sesuai dengan teori Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Data penelitian terdiri dari artikel berita daring dari tiga media outlet. Dokumentasi, pembacaan teliti, dan pencatatan data dengan lembar klasifikasi digunakan sebagai metode pengumpulan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa isu relokasi diwakili secara berbeda oleh setiap outlet media. Rakyat NTT menekankan perspektif komunitas dan konflik sosial, Pos Kupang menekankan aspek pembangunan dan investasi, dan Tirilolok News cenderung menyajikan narasi yang lebih humanis dan kritis mengenai dampak sosial. Perbedaan-perbedaan ini menunjukkan bahwa media tidak bersikap netral; sebaliknya, media secara aktif mempengaruhi realitas sosial dengan memilih bahasa yang digunakannya dalam pelaporan.
Copyrights © 2026