Penelitian ini mengkaji keterkaitan kesetimbangan multimarket antara harga pangan perdesaan, pendapatan regional (PDRB), dan kemiskinan di 32 provinsi Indonesia selama periode 2015–2024. Dengan kerangka kesetimbangan parsial multimarket, penelitian ini memodelkan bagaimana perubahan harga komoditas pangan utama di perdesaan, seperti beras dan minyak goreng, berinteraksi dengan pertumbuhan PDRB dan dinamika kemiskinan melalui saluran pendapatan dan konsumsi. Data panel tahunan bersumber dari Badan Pusat Statistik. Estimasi menggunakan regresi panel efek tetap dengan pembobotan cross-section. Hasil menunjukkan kenaikan harga pangan perdesaan berasosiasi dengan penurunan kemiskinan, mengindikasikan dominannya efek pendapatan dari produksi pertanian. IPM berpengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan. Temuan ini menyiratkan kebijakan stabilisasi harga harus dirancang dengan hati-hati dan dikombinasikan dengan investasi human capital.
Copyrights © 2026