Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk bullying serta peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI), budaya sekolah, dan teman sebaya dalam pencegahan bullying melalui kerangka ekologi karakter religius di MTs Ainul Yaqin An-Nurhafi, Lumajang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis field research. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga guru PAI dan lima siswa kelas IX yang dipilih secara purposif. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying yang ditemukan lebih banyak berbentuk verbal dan sosial, terutama ejekan dan pemberian panggilan yang tidak disukai, sementara kekerasan fisik relatif jarang. Guru PAI berperan melalui pembelajaran akhlak, pembinaan personal, dan keteladanan; budaya sekolah berfungsi melalui pembiasaan dan penguatan norma religius; sedangkan teman sebaya berperan sebagai ruang praktik nilai dan kontrol sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa karakter religius terbentuk melalui keterhubungan ketiga unsur tersebut. Penelitian merumuskan ekologi karakter religius sebagai kerangka integratif untuk memperkuat pencegahan bullying melalui pembentukan nilai, pembiasaan, dan kontrol sosial di lingkungan madrasah.
Copyrights © 2026