Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani garam tradisional di Desa Lamnga, Aceh Besar, melalui sosialisasi pemanfaatan teknologi rumah tunnel dan geomembran dalam proses produksi garam. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan penyuluhan, demonstrasi langsung, dan diskusi interaktif dengan kelompok petani garam KUB-SIRA. Teknologi rumah tunnel dan geomembran diperkenalkan sebagai solusi terhadap permasalahan utama produksi garam konvensional, yaitu rendahnya efisiensi penguapan, ketergantungan pada cuaca, serta kualitas garam yang tidak seragam. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani terhadap prinsip kerja teknologi tersebut, serta adanya perubahan positif dalam praktik pengolahan garam dengan penggunaan geomembran dan rumah tunnel. Penerapan teknologi ini terbukti mampu mempercepat proses kristalisasi, meningkatkan produktivitas, dan menghasilkan garam dengan kualitas lebih baik. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan terapan di bidang pendidikan teknologi tepat guna dan pemberdayaan masyarakat pesisir, khususnya dalam mendukung inovasi berkelanjutan di sektor pergaraman rakyat.
Copyrights © 2026