Kebutuhan energi listrik yang tinggi pada sistem pertanian modern, khususnya hidroponik, menjadi tantangan dalam meningkatkan efisiensi biaya dan keberlanjutan operasional. Penelitian ini membahas penerapan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) off-grid berkapasitas 410 Wp sebagai solusi peningkatan kemandirian energi di instalasi hidroponik Bertani Agrofarm yang memiliki konsumsi listrik sekitar Rp 2.000.000 per bulan. Metode penelitian meliputi analisis kebutuhan energi, pemetaan beban listrik utama seperti pompa nutrisi dan aerasi, serta evaluasi performa panel surya off-grid dalam menyuplai listrik secara mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel 410 Wp mampu menghasilkan energi sebesar 1,2–1,5 kWh per hari atau 37–46 kWh per bulan, sehingga dapat menyuplai 1–2 pompa berdaya rendah dan memberikan kontribusi energi sekitar 3–5% terhadap kebutuhan total listrik instalasi hidroponik. Meskipun kontribusinya masih terbatas, penerapan PLTS off-grid terbukti meningkatkan efisiensi energi, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan PLN, serta menjaga kontinuitas operasional selama terjadinya pemadaman listrik. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi energi surya merupakan langkah strategis menuju pertanian modern yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengeksplorasi optimasi kapasitas panel, ukuran baterai, serta potensi implementasi pada skala kebun yang lebih besar.
Copyrights © 2026