Pemberdayaan UMKM fashion di Jakarta menghadapi kendala utama berupa rendahnya kemampuan pelaku usaha dalam membangun identitas merek, mengoptimalkan strategi digital, dan mengembangkan inovasi produk berbasis kebutuhan pasar. Kondisi ini berdampak pada lemahnya daya saing di tengah transformasi digital industri kreatif. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas strategis UMKM melalui implementasi model DNA Brand yang mengintegrasikan pengembangan identitas merek, strategi digital, dan inovasi produk. Mitra kegiatan adalah 38 pelaku UMKM anggota Indonesian Fashion Chamber Jakarta. Metode yang digunakan adalah pendekatan participatory action yang meliputi tahap analisis kebutuhan, pelatihan interaktif, simulasi penyusunan identitas merek dan strategi konten digital, serta evaluasi berbasis pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada aspek branding sebesar 37,4%, digital sebesar 41,2%, inovasi produk sebesar 34,8%, positioning sebesar 48,1%, dan strategi konten sebesar 52,6%. Selain itu, peserta mampu menyusun konsep identitas merek dan rencana konten digital secara mandiri. Temuan ini menunjukkan bahwa model DNA Brand efektif sebagai pendekatan integratif dalam meningkatkan kompetensi strategis UMKM fashion. Program ini memberikan kontribusi berupa model intervensi praktis yang dapat direplikasi untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan UMKM sektor kreatif.
Copyrights © 2026