Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola Desa Wisata Pujon Kidul dalam memanfaatkan Instagram dan User Generated Content (UGC) sebagai strategi branding digital. Permasalahan krusial mitra meliputi: (1) pengelolaan media sosial yang tidak terstruktur dan minim perencanaan konten, serta (2) keterbatasan pengetahuan pengelola dalam mengoptimalkan Instagram sebagai media promosi digital, khususnya dalam memahami konsep UGC dan menganalisis Instagram insight. Program pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan student union International Business Management Universitas Ciputra Surabaya, pengelola desa wisata, dan masyarakat lokal. Pelaksanaan dilakukan melalui empat kali visitasi dengan tahapan identifikasi masalah, perancangan content calendar, pelatihan desain Canva, implementasi UGC, dan evaluasi reflektif. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan peserta berdasarkan data pre-test dan post-test: rata-rata skor keseluruhan meningkat dari 3,21 (pre-test) menjadi 4,61 (post-test) pada skala 1–5, atau naik sebesar 43,6%. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman konsep UGC dan kemampuan mengevaluasi konten dengan Instagram insight. Secara kualitatif, konten Instagram desa wisata bertransformasi dari unggahan foto statis satu arah menjadi konten video pendek (reels), carousel, dan storytelling berbasis pengalaman pengunjung, dengan peningkatan jumlah tayangan, likes, komentar, serta shares yang terukur. Kegiatan ini menghasilkan model branding digital berbasis komunitas yang partisipatif dan berkelanjutan bagi desa wisata.
Copyrights © 2026