Kader Posyandu Wedoro, Kecamatan Waru, Sidoarjo, masih bergantung pada pencatatan manual dan buku manual cetak untuk menghitung status gizi balita, sehingga rentan terhadap keterlambatan pelaporan dan kesalahan interpretasi parameter gizi (stunting, wasting, gizi kurang); aplikasi pendataan sudah tersedia namun fungsinya masih terbatas dan belum menjawab kebutuhan tersebut secara optimal. Kader juga kesulitan memberikan panduan stimulasi perkembangan non-fisik (kognitif, bahasa, sosio-emosional) sesuai buku KIA/KMS, sebagaimana dikonfirmasi melalui wawancara dengan koordinator kader pada 12 Februari 2026. Sebagai solusi, tim pengabdian mengembangkan aplikasi SIGAP Wedoro (Sistem Informasi Gizi dan Pertumbuhan) berbasis web yang mengintegrasikan tiga fitur utama: (1) Modul Prediktif Pertumbuhan Balita berbasis XGBoost untuk memproyeksikan status pertumbuhan anak tiga bulan ke depan; (2) AI Chat sebagai asisten digital bagi orang tua dan kader untuk konsultasi gizi dan stimulasi berbasis pedoman Kemenkes/WHO; serta (3) Dashboard Terpadu, Kalkulator Gizi, Riwayat Anak, dan Rekomendasi Gizi otomatis. Sistem dikembangkan sebagai modul plug-and-play yang berjalan paralel tanpa menggantikan infrastruktur eksisting, dan dapat diakses melalui sigap-wedoro.cloud tanpa instalasi. Pelaksanaan mengikuti tiga tahap: persiapan (koordinasi kebutuhan dan perancangan sistem), pelaksanaan (penyerahan buku manual kepada Kepala Desa serta pelatihan aplikasi kepada petugas posyandu dan orang tua balita), dan evaluasi (kuesioner kepuasan). Evaluasi terhadap 19 responden mitra sasaran menunjukkan tingkat penerimaan tinggi, dengan total tanggapan Setuju dan Sangat Setuju mencapai 94,74%. Luaran meliputi Hak Cipta aplikasi (No. EC002026104022), publikasi pada tiga media massa nasional, serta video dokumentasi pada kanal YouTube Universitas Telkom Surabaya. Kegiatan ini mendukung SDGs #3 dan percepatan penurunan stunting melalui pemberdayaan kader dan orang tua berbasis teknologi human-centered.
Copyrights © 2026