Masa remaja merupakan fase transisi krusial yang ditandai dengan kematangan seksual dan tingginya rasa ingin tahu, sehingga rentan terhadap perilaku seksual berisiko. Data Puslitbang KBKS BKKBN tahun 2017 menunjukkan 86 remaja perempuan dan 250 remaja laki-laki usia 15-19 tahun telah melakukan hubungan seksual pertama kali. Perilaku seks bebas berkontribusi langsung pada lonjakan kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS di kalangan remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi SMK Al Mujahidin Bekasi mengenai bahaya seks bebas dan pencegahan IMS. Metode yang digunakan adalah intervensi edukasi interaktif menggunakan media audiovisual dan ceramah lewat pendekatan Participatory Learning and Action (PLA). Sasaran kegiatan adalah 33 siswa kelas X dan XI. Berdasarkan hasil observasi awal dan pre-test, pengetahuan siswa mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan IMS masih tergolong rendah sehingga diperlukan intervensi edukatif yang melibatkan peserta secara aktif. Pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) dipilih karena mampu mendorong keterlibatan aktif peserta dalam proses pembelajaran sehingga memudahkan pemahaman materi kesehatan reproduksi. Sebagai tindak lanjut, sekolah direkomendasikan membentuk konselor sebaya dan mengintegrasikan materi kesehatan reproduksi dalam kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler.
Copyrights © 2026