Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efektivitas Kombinasi Breast Care Dan Pijat Oksitosin Dalam Peningkatan Produksi ASI Di Klinik Zhafira Zarifa Enok Ulfah Shintia; Hajar Nur Fathur Rohmah; Ika Kania Fatdo Wardani; Herlina Simanjuntak
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.318

Abstract

Produksi Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, namun tidak sedikit ibu postpartum yang menghadapi kendala berupa rendahnya produksi ASI. Upaya nonfarmakologis seperti pijat breast care dan pijat oksitosin diketahui mampu merangsang hormon prolaktin dan oksitosin sehingga berpotensi meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu postpartum di Klinik Zhafira Zarifa Karawang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan two group pretest–posttest pada 30 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling, terdiri atas kelompok intervensi (n=15) dan kelompok kontrol (n=15). Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Paired t-test untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi dalam kelompok, serta uji Independent Samples t-test untuk menilai perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden pada kelompok kontrol berada pada kategori rendah sedang, sedangkan kelompok intervensi berada pada kategori sedang. Setelah tujuh hari, kelompok kontrol hanya mengalami sedikit peningkatan (80% sedang; 20% rendah), sementara kelompok intervensi mengalami peningkatan signifikan (86,7% tinggi; 13,3% sedang). Uji Paired t-test menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada kedua kelompok, yaitu kontrol (p=0,006) dan intervensi (p<0,001), sedangkan uji Independent Samples t-test menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,001). Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi pijat breast care dan pijat oksitosin terbukti efektif meningkatkan produksi ASI ibu postpartum, sehingga dapat dijadikan alternatif nonfarmakologis untuk mendukung keberhasilan program ASI eksklusif.
Penggunaan Media Sosial Dan Dampaknya Pada Kesehatan Mental Remaja Putri MTSN 3 Karawang Dita Utari Basuki; Hajar Nur Fathur Rohmah; Herlina Simanjuntak; Ika Kania Fatdo Wardani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.327

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan isu penting yang tidak hanya diartikan sebagai ketiadaan gangguan psikologis, tetapi juga kemampuan mengatasi tekanan, produktif, serta berperan dalam lingkungan sosial. Remaja putri rentan mengalami gangguan mental akibat penggunaan media sosial yang berlebihan, termasuk paparan cyberbullying, konten negatif, dan fenomena fear of missing out (FoMO). Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja putri di MTsN 3 Karawang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross sectional pada 85 siswi kelas VIII berusia 12–15 tahun, dengan pengumpulan data melalui kuesioner pada Mei–Juni 2025. Analisis dilakukan secara deskriptif, uji chi- square, dan Odds Ratio (OR). Hasil menunjukkan 43 responden (50,6%) termasuk kategori penggunaan media sosial berisiko, sementara 77 responden (90,6%) mengalami risiko gangguan kesehatan mental. Uji chi-square menghasilkan p = 0,023 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental. Nilai OR = 8,400 (95% CI: 1,02–69,0) menunjukkan bahwa remaja dengan penggunaan media sosial berisiko memiliki peluang delapan kali lebih besar mengalami gangguan kesehatan mental dibandingkan dengan yang tidak berisiko. Keterbatasan penelitian ini terletak pada lingkup sampel yang terbatas pada satu sekolah sehingga hasil belum dapat digeneralisasi lebih luas, namun temuan ini dapat menjadi dasar intervensi keluarga dan sekolah dalam pendampingan penggunaan media sosial yang sehat. Simpulan, terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja putri di MTsN 3 Karawang tahun 2025.
Kompres Hangat Menurunkan Dismenore Pada Remaja Putri Noviana Gita Ramandhani; Rosi Kurnia Sugiharti; Herlina Simanjuntak; Ida Widaningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.394

Abstract

Dismenore merupakan masalah menstruasi yang umum dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup. Metode non-farmakologis seperti kompres air hangat dianggap aman, terjangkau, dan efektif dalam mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres air hangat terhadap nyeri haid (dismenore) pada siswi kelas X dan XI di SMAIT Nurul Fajri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one-group pretest-posttest, melibatkan 30 siswi yang dipilih secara purposive sampling dan mengalami dismenore. Intervensi dilakukan dengan memberikan kompres air hangat pada perut bagian bawah selama 15–20 menit. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numerical Rating Scale (NRS), dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 15,90 tahun (rentang 15–17 tahun). Skor rata-rata nyeri sebelum intervensi adalah 4,87 (kategori nyeri sedang), dan setelah intervensi menurun menjadi 2,20 (kategori nyeri ringan). Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,000). Kesimpulannya, kompres air hangat efektif dalam menurunkan nyeri haid pada remaja putri dan dapat direkomendasikan sebagai alternatif non-farmakologis yang aman serta praktis untuk mengatasi dismenore.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG GIZI SEIMBANG SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA ANAK USIA DINI Novita Sari; Norma Try Putri Pratiwi; Nur Asiah; Nabillah Nuraeni; Nabela Aulia Fitriyani Anggara; Herlina Simanjuntak
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.46161

Abstract

Kegiatan “Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Tentang Gizi Seimbang Sebagai Upaya Pencegahan Anemia Pada Anak Usia Dini” merupakan bentuk nyata pemberdayaan perempuan melalui pendekatan preventif dan edukatif. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan orang tua, khususnya ibu, mengenai pentingnya gizi seimbang dalam mencegah anemia dan stunting pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kelompok (group counseling/education) dengan pendekatan partisipatif dan berpusat pada peran ibu sebagai penanggung jawab utama pemenuhan gizi anak. Media edukatif seperti leaflet juga dibagikan untuk memperkuat pemahaman peserta. Kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu Mawar 9 ini menunjukkan hasil positif, ditunjukkan dengan peningkatan signifikan dalam pengetahuan orang tua berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Peserta menjadi lebih sadar akan pentingnya pemberian makanan bergizi, sumber zat besi, serta cara pencegahan dan gejala anemia. Hasil kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi langsung di posyandu efektif dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak dini dan memberdayakan masyarakat, terutama ibu dalam mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.
EFEKTIFITAS PIJAT ESSENTIAL OIL LEMONGRAS TERHADAP PENURUNAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Herlina Simanjuntak; Binka Ajeng Sakti Wulandari; Atin Rustini
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 9 No. 2 (2025): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v9i2.5429

Abstract

Dysmenorrhea is caused by uterine muscle spasms during painful menstruation. In Indonesia, the incidence of dysmenorrhea is quite large, reaching 64.25%. Dysmenorrhea in adolescent girls that is not managed properly, would disrupt during daily activities which will reduce productivity. One non-pharmacological pain management that can be done during dysmenorrhea is massage. Previous research has proven that massage using a mixture of essential oils in the abdomen and waist area can reduce stomach cramps. The aim of this study was to analyze the effectiveness of lemongrass essential oil massage on reducing dysmenorrhea in adolescent girls at Metland Vocational School. Quasi experimental non control group research design with a one group pretest posttest design approach. The research location is at Metland Vocational School. The sample consisted of 30 girls. The sampling technique used was purposive sampling. The research instrument used a questionnaire. The results of the univariate analysis showed that lemongrass essential oil massage in adolescent girls was able to reduce dysmenorrhea on a pain scale of 5-6 with the criteria of interfering with activities for 15 respondents (50%) to a pain scale of 0 with criteria of no pain for 27 respondents (90%). Bivariate analysis before the data was processed carried out a data normality test, the Shapiro-Wilk test with the result that the data was not normally distributed. The results of the Wilcoxon rank test of lemongrass essential oil massage were able to reduce the dysmenorrhea pain scale in adolescent girls at Metland Vocational School with P= 0.001 (p<0.05). By massaging using lemongrass essential oil, it is effective in reducing dysmenorrhea in adolescent girls so that activities during menstruation are more productive and comfortable.
PEMBERDAYAAN REMAJA PEREMPUAN TENTANG PERSONAL HYGIENE MASA MENSTRUASI DI SDN SUKATENANG 04 KABUPATEN BEKASI Nurpadilah Holkiyah; Habibah Febranti; Herawina; Izka Nuzula; Herlina Simanjuntak
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6889

Abstract

Personal hygiene saat menstruasi merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kesehatan reproduksi remaja perempuan. Kurangnya pengetahuan mengenai kebersihan diri selama menstruasi dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran reproduksi dan gangguan kesehatan lainnya. Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja perempuan tentang personal hygiene saat menstruasi sebagai upaya pencegahan infeksi pada sistem reproduksi. Kegiatan dilaksanakan di SDN Sukatenang 04 Kabupaten Bekasi dengan sasaran 35 siswi kelas IV dan V. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup pengertian menstruasi, personal hygiene saat menstruasi, cara menjaga kebersihan tubuh dan organ kewanitaan, penggunaan pakaian dalam dan pembalut yang benar, serta dampak buruk personal hygiene yang tidak baik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan, ditandai dengan meningkatnya nilai post-test dibandingkan pre-test serta kemampuan peserta menjelaskan kembali materi yang telah diberikan. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja perempuan mengenai pentingnya personal hygiene saat menstruasi sehingga diharapkan mampu mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta mencegah terjadinya gangguan kesehatan reproduksi sejak dini.
Peningkatan berat badan balita gizi kurang melalui intervensi serbuk taburia di puskesmas Sukatani Musmundiroh Musmundiroh; Herlina Simanjuntak; Rosi Kurnia Sugiharti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39884

Abstract

AbstrakGizi kurang pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu upaya penanganannya adalah pemberian serbuk Taburia sebagai suplemen zat gizi mikro untuk membantu meningkatkan berat badan balita gizi kurang. Berbagai program telah dilakukan pemerintah, seperti pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan melalui posyandu, serta suplementasi gizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu melalui edukasi gizi serta mengoptimalkan pemberian serbuk Taburia sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan berat badan balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Sukatani. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan kepada ibu yang memiliki balita sebagai mitra sasaran utama dengan responden 30 orang ibu yang mempunyai balita  secara data yang diperoleh dari 18  balita (60%) gizi kurang sedangkan 12 balita gizi normal sebesar 40%. Metode yang digunakan kegiatan dengan pretes, penyuluhan, edukasi pemberian taburia dan  Post test, Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu tentang pemenuhan gizi balita yang terlihat dari kemampuan peserta dalam memahami manfaat dan pola makan sehat. Sebelum penyuluhan, 60% berpengetahuan kurang dan 40% berpengetahuan baik. Setelah edukasi pengetahuan baik meningkat menjadi 80% dan pengetahuan kurang menjadi 20% di wilayah kerja Puskesmas Sukatani. Selain itu, para ibu menunjukkan antusiasme dan kepatuhan yang baik selama proses pendampingan gizi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah promotif dan preventif yang berkelanjutan dalam penanganan balita gizi kurang di masyarakat. Kata kunci: taburia; balita; gizi kurang AbstractMalnutrition in toddlers remains a public health problem that impacts the growth and development of children. One of the efforts to address it is the provision of Taburia powder as a micronutrient supplement to help increase the weight of malnourished toddlers. Various programs have been carried out by the government, such as providing additional food, nutrition education, growth monitoring through integrated health posts (posyandu), and nutritional supplementation. This community service activity aims to increase maternal knowledge through nutrition education and optimize the provision of Taburia powder as a promotive and preventive effort in increasing the weight of malnourished toddlers in the Sukatani Community Health Center work area. This community service activity is aimed at mothers who have toddlers as the main target partners with respondents of 30 mothers who have toddlers. Data obtained from 18 toddlers (60%) are malnourished while 12 toddlers have normal nutrition amounting to 40%. The method used is a pre-test, counseling, education on providing Taburia and Post-test. The results of the activity show an increase in maternal knowledge about fulfilling toddler nutrition as seen from the ability of participants in understanding the benefits and patterns of healthy eating. Before the counseling, 60% had poor knowledge and 40% had good knowledge. After the education, good knowledge increased to 80% and poor knowledge to 20% in the Sukatani Community Health Center work area. Furthermore, mothers demonstrated enthusiasm and good compliance during the nutrition mentoring process. This activity is expected to become a sustainable promotional and preventive measure in managing malnourished toddlers in the community. Keywords: taburia powder; malnutrioused; toddlers
Faktor Pengetahuan, Sikap, dan Dukungan Suami yang Berhubungan dengan Perilaku Wanita Usia Subur dalam Pemeriksaan IVA Tes di Desa Sukamanah, Kabupaten Bekasi Yohana Puspitarani; Rohani Siregar; Ika Kania Fatdo Wardani; Herlina Simanjuntak
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i4.6340

Abstract

Cervical cancer is one of the leading causes of death among women and is largely caused by Human Papilloma Virus (HPV) infection. Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) is a simple, effective, and recommended method for early detection to reduce morbidity and mortality rates from cervical cancer. However, VIA screening coverage in Indonesia remains low, including in the working area of Sukatani Health Center. This study aimed to identify indicators associated with the behavior of women of reproductive age (WRA) in undergoing VIA screening in Sukamanah Village. This research employed a quantitative method with a cross-sectional design, involving 82 WRA respondents selected through consecutive sampling. Independent variables included education, knowledge, attitude, information sources, and spousal support. Data were collected using questionnaires and analyzed with the chi-square test. The results showed that 61% of respondents had never undergone a VIA test. Significant associations were found between VIA screening behavior and knowledge (p=0.003), attitude (p=0.021), and spousal support (p=0.003). Meanwhile, education (p=0.073) and sources of information (p=0.075) were not significantly associated. These findings highlight that improving knowledge, fostering positive attitudes, and strengthening spousal support are key strategies to increase WRA participation in VIA screening for early cervical cancer detection.
Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Trimester II dan III : Factors Related to Pregnant Women's Knowledge of Danger Signs in the Second and Third Trimesters Ferantika Sustiawanti; Ida Widaningsih; Ika Kania Fatdo Wardani; Herlina Simanjuntak
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7075

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi, salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan. Pengetahuan yang baik memungkinkan ibu hamil melakukan deteksi dini dan mencegah keterlambatan penanganan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya trimester II dan III di TPMB Jayanti Bekasi tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan populasi seluruh ibu hamil trimester II dan III di TPMB Jayanti (n=50). Teknik sampling adalah total sampling. Instrumen berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square, serta dihitung Odds Ratio (OR) dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebagian besar responden (62%) memiliki pengetahuan kurang mengenai tanda bahaya kehamilan. Analisis bivariat menunjukkan bahwa umur (p=0,004), pendidikan (p=0,002), pekerjaan (p=0,025), paritas (p=0,013), sumber informasi (p=0,003), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,006) berhubungan signifikan dengan pengetahuan. Faktor paling dominan adalah pendidikan (OR=5,60) dan dukungan tenaga kesehatan (OR=3,68). Kesimpulan: Faktor umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil. Intervensi edukasi dari tenaga kesehatan dan peningkatan akses informasi melalui media elektronik direkomendasikan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil.
Faktor Pengetahuan Remaja tentang HIV/AIDS di Posyandu Remaja Karangasih Bekasi: Knowledge Factors of Adolescents about HIV/AIDS at the Karangasih Bekasi Youth Posyandu Ismawati Ismawati; Ida Widaningsih; Herlina Simanjuntak; Neneng Julianti
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7115

Abstract

HIV/AIDS merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi ancaman serius, khususnya pada kelompok remaja yang rentan terhadap perilaku berisiko dan keterbatasan akses informasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di Posyandu Remaja Desa Karangasih Bekasi tahun 2025. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 responden yang diperoleh dengan teknik total sampling. Variabel bebas meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya, dan sumber informasi, sedangkan variabel terikat adalah pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan jenis kelamin (p=0,001), usia (p=0,014), pendidikan (p=0,009), dukungan orang tua (p=0,000), dukungan teman sebaya (p=0,000), dan sumber informasi (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS perlu dilakukan secara komprehensif dengan memperkuat dukungan keluarga, teman sebaya, serta akses terhadap sumber informasi yang akurat dan tidak menstigma.