Pelaku usaha mikro di Kampung Skow Yambe, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, masih menghadapi keterbatasan dalam pencatatan keuangan dan pemanfaatan media sosial untuk pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha dalam menggunakan Buku Kas Umum, memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Kegiatan melibatkan 16 mama-mama pelaku usaha dan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Learning and Action melalui observasi, asesmen awal, penyuluhan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi akhir. Pada kondisi awal, 14 peserta (87,5%) belum pernah melakukan pencatatan keuangan usaha dan 12 peserta (75,0%) masih mengandalkan pemasaran langsung. Setelah pelatihan, seluruh peserta memahami penggunaan Buku Kas Umum untuk mencatat penerimaan dan pengeluaran, sedangkan 15 peserta (93,8%) menunjukkan kesiapan menggunakan WhatsApp dan Facebook untuk promosi dan satu peserta masih memerlukan pendampingan. Praktik menunjukkan bahwa materi dapat diterapkan secara langsung pada transaksi dan produk peserta. Karena indikator kondisi awal dan evaluasi akhir belum sepenuhnya setara, hasil ini ditafsirkan sebagai capaian pemahaman dan kesiapan jangka pendek, bukan sebagai ukuran besarnya peningkatan kinerja usaha. Pendampingan dan evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk menilai konsistensi penerapan serta dampaknya terhadap perkembangan usaha.
Copyrights © 2026