Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Harga Saham Pada Pasar Modal Menggunkan Metode Autogressive Integrated Moving Average Gustaf Kilang Nere; Gilbert A. Pelamonia; Jonathan Rexy Pantouw; Samlai Mampunam Fonataba; Radian Januar Situmeang
Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis (JIMBI) Vol. 1 No. 02 (2026): April
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/jimbi.v1i02.675

Abstract

Pasar modal adalah salah satu alat yang sangat penting dalam ekonomi karena menjadi tempat di mana orang-orang yang membutuhkan uang bisa bertemu dengan orang-orang yang memiliki uang lebih. Salah satu saham di sektor properti yang banyak diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk dengan kode saham BSDE. Harga saham BSDE bergerak naik turun, jadi kita perlu menggunakan metode analisis yang bisa membantu memprediksi arah pergerakan harga saham di periode selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memprediksi harga saham BSDE dengan menggunakan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Data yang digunakan adalah harga saham harian BSDE selama lima tahun. Tahapan analisis dilakukan dengan melakukan uji stasioneritas menggunakan Augmented Dickey-Fuller (ADF), proses pengurangan dengan differencing, mengidentifikasi pola melalui ACF dan PACF, memilih model berdasarkan nilai Akaike Information Criterion (AIC), melakukan uji diagnostik pada sisa menggunakan Box-Ljung Test, menguji normalitas sisa, serta mengevaluasi akurasi model dengan RMSE, MAE, dan MAPE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data harga saham BSDE pada level saat ini belum stabil karena nilai p-value ADF sebesar 0,1955 lebih besar dari 0,05. Setelah melakukan differencing pada tingkat pertama, data menjadi stasioner dengan nilai p-value sebesar 0,01. Perbandingan model menunjukkan bahwa model ARIMA yang dipilih memiliki nilai AIC yang rendah dan sisa-sisa data tidak menunjukkan adanya autokorelasi yang signifikan menurut Uji Box-Ljung dengan p-value sebesar 0,1609. Hasil ramalan untuk 30 hari ke depan menunjukkan bahwa harga saham BSDE diperkirakan akan tetap stabil di sekitar Rp1.270, tetapi rentang prediksinya semakin lebar seiring bertambahnya waktu ramalan. Nilai MAPE yang sebesar 1,696407% menunjukkan bahwa model ini memiliki tingkat akurasi yang sangat baik. Dengan cara ini, metode ARIMA bisa dimanfaatkan sebagai alat untuk memprediksi harga saham BSDE dalam jangka pendek.
Pelatihan Buku Kas Umum dan Pemasaran Digital bagi Mama-Mama Pelaku Usaha di Kampung Skow Yambe Hesty T. Salle; Christofol Cesar Bubang; Jonathan Rexy Pantouw; Elisabeth Yuliana Bubui; Brighita Nayla; Najzwa Tasik; Hanifah Diah Indryani R; Elcha Marzela Yapsenang; Nuryati Worumi; Ruth Grazela Repasi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9339

Abstract

Pelaku usaha mikro di Kampung Skow Yambe, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, masih menghadapi keterbatasan dalam pencatatan keuangan dan pemanfaatan media sosial untuk pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha dalam menggunakan Buku Kas Umum, memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Kegiatan melibatkan 16 mama-mama pelaku usaha dan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Learning and Action melalui observasi, asesmen awal, penyuluhan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi akhir. Pada kondisi awal, 14 peserta (87,5%) belum pernah melakukan pencatatan keuangan usaha dan 12 peserta (75,0%) masih mengandalkan pemasaran langsung. Setelah pelatihan, seluruh peserta memahami penggunaan Buku Kas Umum untuk mencatat penerimaan dan pengeluaran, sedangkan 15 peserta (93,8%) menunjukkan kesiapan menggunakan WhatsApp dan Facebook untuk promosi dan satu peserta masih memerlukan pendampingan. Praktik menunjukkan bahwa materi dapat diterapkan secara langsung pada transaksi dan produk peserta. Karena indikator kondisi awal dan evaluasi akhir belum sepenuhnya setara, hasil ini ditafsirkan sebagai capaian pemahaman dan kesiapan jangka pendek, bukan sebagai ukuran besarnya peningkatan kinerja usaha. Pendampingan dan evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk menilai konsistensi penerapan serta dampaknya terhadap perkembangan usaha.