Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali merupakan wilayah pedesaan dengan basis usaha rumah tangga di bidang olahan pangan, kerajinan, dan hasil pertanian yang berpotensi menopang ekonomi keluarga, namun belum berkembang optimal. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya standardisasi kualitas produk, pengelolaan keuangan usaha yang belum terpisah dari keuangan pribadi, serta minimnya pemanfaatan media sosial untuk pemasaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, literasi keuangan, dan pemasaran digital 20 pelaku usaha rumah tangga di delapan banjar Desa Baturiti. Metode pelaksanaan terdiri atas identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi, pelatihan tiga sesi (standardisasi produk, pengelolaan keuangan, pemasaran digital), penerapan teknologi berupa mesin pengemas dan pendampingan aplikasi kasir digital, serta pendampingan lapangan dengan evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari rata-rata 38% menjadi 76%, dengan 70% mitra telah mengelola akun bisnis media sosial dan 80% mulai menerapkan pencatatan keuangan sederhana. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan efisiensi produksi, transparansi arus kas usaha, dan terbukanya akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha. Simpulannya, pendekatan pelatihan aplikatif yang dipadukan dengan pendampingan langsung terbukti efektif mendorong transformasi usaha rumah tangga berbasis sumber daya lokal menuju pengelolaan yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026