Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak etanol batang taya muda dan batang taya tua (Nauclea subdita (Korth.) Steud.) sebagai agen antibakteri alami terhadap Escherichia coli dan Bacillus cereus. Metode penelitian meliputi maserasi, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak batang taya muda sebesar 7,76%, lebih tinggi dibandingkan batang taya tua sebesar 7,44%. Skrining fitokimia menyatakan bahwa ekstrak batang taya muda didominasi flavonoid dan tanin, sedangkan ekstrak batang taya tua mengandung alkaloid tinggi. Aktivitas antibakteri ekstrak batang taya muda menghasilkan zona hambat 10,34±0,51 mm, sedangkan ekstrak batang tua hanya 7,76±0,39 mm. Pengujian terhadap B. cereus, ekstrak batang taya muda menghasilkan zona hambat sebesar 12,85±0,47 mm, lebih tinggi dari ekstrak batang tua (9,24± 0,36 mm). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak batang taya muda lebih tinggi daripada ekstrak batang tua dan lebih efektif menghambat B. cereus (Gram-positif) dibandingkan E. coli (Gram-negatif).
Copyrights © 2026