ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi permintaan Ayam Kampung di Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang. Ayam Kampung memiliki nilai ekonomi, budaya, dan tradisi yang tinggi, namun produktivitasnya masih rendah akibat sistem pemeliharaan tradisional. Permintaan terhadap ayam kampung terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat akan pangan sehat serta kebutuhan dalam acara adat dan keagamaan. Penelitian dilaksanakan di Pasar Sentral Pangkajene selama 2 bulan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner tertutup kepada 30 responden yang dipilih secara accidental sampling kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan Faktor harga, budaya, tradisi, lokasi, serta kualitas terbukti memengaruhi permintaan. Analisis regresi menghasilkan nilai R = 0,302 dan R² = 0,091, dengan kualitas dan preferensi konsumen signifikan (p = 0,019). Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa permintaan ayam kampung tidak hanya dipengaruhi harga, tetapi juga oleh budaya, tradisi, lokasi, dan kualitas produk, sehingga ayam kampung berperan sebagai sumber pangan sekaligus identitas sosial budaya masyarakat.
Copyrights © 2026