Telur ayam konsumsi mengalami penurunan mutu selama penyimpanan akibat kehilangan air dan gas melalui pori kerabang. Pelapisan permukaan dapat digunakan untuk memperlambat perubahan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan edible coating berbasis pati sagu dengan penambahan ekstrak biji pinang pada beberapa konsentrasi dan lama penyimpanan terhadap kualitas fisik telur ayam konsumsi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan empat perlakuan, yaitu K0 tanpa edible coating dan tanpa ekstrak, K1 0,50%, K2 0,75%, dan K3 1,00% ekstrak biji pinang, serta empat lama penyimpanan, yaitu 7, 14, 21, dan 28 hari. Setiap kombinasi diulang tiga kali dengan lima butir telur per ulangan. Parameter yang diamati meliputi perubahan berat telur, indeks putih telur, indeks kuning telur, Haugh unit, dan rongga udara. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan DMRT 5%. Perlakuan coating dan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter, sedangkan interaksinya tidak nyata. K3 memberikan profil numerik paling baik dengan perubahan berat terendah, indeks putih dan kuning telur serta Haugh unit tertinggi, dan rongga udara terkecil. Hasil ini menunjukkan potensi formulasi berbasis bahan lokal untuk memperlambat penurunan mutu fisik telur selama penyimpanan suhu ruang. Temuan ini menambah informasi mengenai pemanfaatan kombinasi bahan lokal sebagai pelapis alami untuk mempertahankan mutu telur.
Copyrights © 2026