Keterbatasan daya resap tanah dan rendahnya pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi permasalahan lingkungan yang berdampak pada berkurangnya ketersediaan air tanah serta meningkatnya limpasan permukaan. Kondisi ini membutuhkan tindakan konservasi air yang sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat secara langsung. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pembuatan dan pemanfaatan lubang resapan biopori dan irigasi tetes sebagai teknologi konservasi air. Kegiatan dilaksanakan di Desa Karangjengkol, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Terdapat 35 responden, terdiri dari 9 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dan 26 anggota PKK. Mahasiswa KKN UNSOED mendampingi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan biopori bersama masyarakat adalah cara-cara untuk melakukannya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta lebih memahami peran biopori dan irigasi tetes dalam meningkatkan infiltrasi air tanah, mengurangi genangan, dan menghasilkan kompos dari limbah organik. Selain itu, masyarakat memiliki kemampuan untuk membuat irigasi tetes sederhana dan biopori secara mandiri di lingkungan mereka. Penerapan biopori dan irigasi tetes melalui kegiatan pengabdian masyarakat dapat menjadi solusi sederhana, ekonomis, dan berkelanjutan untuk mendukung konservasi air tanah dan perbaikan kualitas lingkungan.
Copyrights © 2026